Monthly Archives: March, 2010
Kunci Jawaban Ujian Nasional (UN) 2010 Bocor?
Ujian Nasional hari pertama di Garut, Jawa Barat, Senin (22/3), diwarnai beredarnya kunci jawaban soal ujian di beberapa sekolah, termasuk SMK Negeri Satu Garut. Temuan ini berasal dari sejumlah telepon genggam milik para peserta ujian. Pihak sekolah belum dapat memastikan kebenaran kunci jawaban ini karena harus disamakan dengan kunci jawaban asli.
Kepala Sekolah SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin membenarkan beredarnya kunci jawaban tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya, ia khawatir hal ini dapat menimbulkan efek negatif pada dunia pendidikan. Dadang menghimbau agar para siswa tidak mempercayai berbagai info menyesatkan karena dapat merugikan diri sendiri.
Nah..siapa yang salah????
SUmber: Liputan6.com
Banyak Guru Belum Sarjana?
Data di daerah Bali menunjukkan sebanyak 25.316 guru dalam berbagai jenjang pendidikan di Bali hingga kini belum menyandang gelar sarjana (S-1)/diploma 4 (D4) atau persentasenya mencapai 52,52 persen dari jumlah tenaga pendidik yang ada sebanyak 48.200 orang. Demikian sumber dari Kompas Bagaimana dengan daerah anda? lebih baik? sama? atau lebih buruk?
Kenyataannya memang demikian, secara teori, bagaimana mungkin membangun masyarakat bangsa dan generasi muda bangsa jika para pendidiknya unqualified atau underqualified. Sejauh ini, tolok ukur kualifikasi guru masih sangat terbatas pada kualifikasi ijazah yang dimilikinya. Bagi guru dengan gelar sarjana matematika -misalnya- tentu qualified jika dia mengajar matematika. Lalu bagaimana dengan yang belum sarjana?
Karena itu, pemerintah dewasa ini memang telah mendorong kepada para guru yang belum sarjana untuk segera memperoleh gelar sarjananya, sebagai syarat minimal untuk menjadi tenaga guru. Beberapa program pemerintah telah mendukung ke arah tersebut, baik melalui tugas belajar, maupun izin belajar serta pemberian beasiswa. Hanya saja hal tersebut jumlahnya masih sangat terbatas, sehingga para guru lebh didorong untuk membiayai sendiri studinya hingga sarjana.
Toilet Canggih, tapi “repot”?
Dewasa ini, toilet telah menjadi kebutuhan di setiap rumah. Sekarang inipun toilet tidak lagi sekadar tempat membuang hajat (air besar atau kecil) tapi telah lebih jauh memasuki dunia mode dan gaya hidup. Tidak heran jika kemudian sebuah toilet di rumah dapat menunjukkan karakter dan watak sang pemilik rumah.
Jika dahulu toilet umumnya berbentuk seperti angsa, maka sekarang bermacam-macam toilet dapat dilihat dengan bentuk dan bahan yang bermacam-macam pula. mulai dari yang murah hingga yang harganya sangat mahal. mulai dari yang penggunannya dengan jongkok hingga yang duduk santai. ada toilet yang setelah digunakan harus disiram dengan air yang banyak, atau toilet yang menggunakan sistem “knop”, pencet tobolnya. airnya langsung menyemprot ke “sasaran”. Pokoknya semakin lama toilet semakin praktis.
Baru-baru ini, NoMix melakukan suatu riset tentang toilet yang tidak mencampur antara tinaj dan urine. Hasil riset toilet NoMix ini dikeluarkan oleh Lienert dan diterbitkan dalam edisi bulan Januari jurnal American Chemical Society’s Environmental Science & Technology.
Apasih keunikan toilet ini? Cara kerja toilet ini adalah dengan membagi wadahnya menjadi dua bagian. Bagian depan untuk urine dan bagian belakang untuk kotoran. Jadi memang butuh penyesuaian bagi para pemakai toilet. Yang merepotkan tentu saja adalah bagi yang tidak terbiasa menggunakan toilet sambil duduk. Kesulitan lain adalah pada saat buang air kecil, karena posisi urine harus tepat di lubang yang memang sudah disediakan untuk urine, sehingga tidak bercampur dengan tinja.
Mau beli? Tunggu risetnya rampung dulu ah.





Komentar