Bicara apa saja… Dari Pendidikan, Keluarga, Budaya, hingga nge-blog

Monthly Archives: April, 2010

Penilaian Sertifikasi Dosen

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi.
Sertifikasi dosen merupakan program yang dijalankan berdasar pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah R.I No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen dan Peraturan Mendiknas RI Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen Proses penilaianan akhir portopolio dilakukan oleh asesor, yang diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen setelah mengikuti pembekalan sertifikasi, dan mendapatkan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Tim Sertifikasi Dosen dibentuk untuk menyusun Pedoman Penyelenggaraan program Sertifikasi Dosen. Pedoman ini terdiri dari tiga buku yaitu (1) Naskah Akademik, (2) Penyusunan Portofolio dan (3) Manajemen Pelaksanaan Sertifikasi Dosen dan Pengelolaan Data. Ketiga buku ini wajib digunakan oleh semua pihak yang bertugas menyelenggarakan program tersebut. Pedoman ini merupakan hasil penyempurnaan dari pedoman sebelumnya dan berlaku untuk penyelenggaraan program sertifikasi dosen periode tahun 2010.

Deskripsi Diri: Dokumen Penting Penilaian Portofolio

Salah satu dokumen portofolio yang sangat penting dalam kaitannya dengan sertifikasi dosen adalah deskripsi diri. Di dalamnya, dosen yang akan dinilai mendeskripsikan keseluruhan aktifitas yang terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Untuk dapat lulus dan mendapatkan penilaian yang baik dari para asesor, maka sebaiknya deskripsi diri ini disusun dengan baik dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun demikian, beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya adalah mendeskripsikan kegiatan tersebut dengan jelas, lugas dan tidak membingungkan para asesor yang akan melakukan penilaian.
Untuk menyusun deskripsi diri dengan baik, sebaiknya mengikuti petunjuk yang tertuang dalam buku petunjuk Sertifikasi Dosen 2010 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Contoh Deskripsi Diri tersebut dapat di dowload pada link berikut:

CONTOH DESKRIPSI DIRI DOSEON PADA SERDOS 2010

Sertifikasi Dosen 2010

Untuk tahun 2010, pemerintah kembali akan melaksanakan penilaian portofolio untuk sertifikasi dosen. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, kementerian pendidikan nasional telah mengeluarkan Buku Pedoman Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen tahun 2010. Buku tersebut terdiri dari Buku I, tentang Naskah Akademik, Buku II tentang Penyusunan Portofolio, dan Buku III tentang Manajemen Pelaksanaan Sertifikasi Dosen dan Pengolahan Data.
Dengan pelaksanaan sertifikasi dosen tahun 2010, diharapkan para dosen yang belum disertifikasi pada kuota tahun 2009 dapat terserap pada kuota 2010.
Untuk mendownload dokumen serdos, dapat di download pada link di bawah ini:

1. Buku I (Download)
2. Buku II (Download)
3. Buku III (Download)

Interaksi dan Tindakan Sosial

Sosiologi sesungguhnya bukanlah praktik, tetapi suatu upaya untuk memahami realitas dan masalah sosial. Masalah-masalah yang menarik perhatian ahli sosiologi tidak perlu sama dengan apa yang oleh orang lain disebut “masalah sosial”. Berbeda dengan pengertian “masalah sosial” yang lebih banyak dipahami orang awam atau kaum birokrat sebagai sesuatu yang tidak beres dalam masyarakat, ahli sosiologi mengartikan masalah sosial sebagai masalah sosiologis yang terjadi dalam hubungannya dengan interaksi dan tindakan sosial warga masyarakat.
Dengan demikian, masalah sosiologis bukanlah semata-mata mengapa sesuatu hal tidak beres dari kacamata orang awam atau kaum birokrat, akan tetapi pada persoalan bagaimana seluruh sistem bekerja, apa yang menjadi presuposisinya dan bagaimana semuanya diikat menjadi satu (Berger, 1985:55).
Hal-hal yang semula “telah demikian adanya” atau “hal-hal yang tidak dipersoalkan lagi” oleh orang awam karena sudah dianggap jelas, di mata para ahli sosiologi bisa menjadi topik kajian yang menarik. Interaksi sosial yang berlangsaung rutin dan tindakan sosial yang dilakukan orang-orang, bagi ahli sosiologi adalah suatu proses untuk membentuk kenyataan sosial yang perlu dipertanyakan dan dibongkar untuk kemudian merangkainya kembali dalam suatu bentuk analitis tertentu yang dapat diteliti, dan dikomunikasikan kepada orang lain, serta bisa diuji kembali kebenarannya.



Related Posts with Thumbnails

Related Posts with Thumbnails

Klik Untuk Langganan Artikel, Gratis !!!

Munir Yusuf

Tags

Follow Munir_Yusuf on Twitter
zwani.com myspace graphic comments
Mau Duit Receh??? gabung di sini aja!!!
Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

make money with your web site