Bicara apa saja… Dari Pendidikan, Keluarga, Budaya, hingga nge-blog

Monthly Archives: May, 2010

Implementsi Kurikulum: Dedikasi dan Tanggung Jawab Guru

Istilah Implementasi kurikulum pada dasarnya tidak hanya bermakna melaksanakan isi kurikulum sebagaimana yang tersurat dalam rumusan kurikulum, tetapi implementasi kurikulum sesungguhnya mencakup seluruh aspek dari setiap upaya guru di dalam melaksanakan kurikulum dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. “Implementasi kurikulum” harus dimaknai sebagai upaya yang bersifat komprehensip dalam kaitannya dengan mencapai tujuan pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya.

Jika seorang guru hanya memaknai implementasi kurikulum dalam kaitannya dengan menunaikan kewajiban mengajar di dalam kelas semata, maka pendidikan akan kehilangan makna dalam arti yang sesungguhnya. Hasil pendidikan akan sangat terbatas pada ranah yang sempit. Implementasi kurikulum yang demikian, hanya “sukses” menjadikan para peserta didik menguasai materi pelajaran saja. Di pihak lain, implementasi kurikulum gagal mencapai ranah-ranah lain yang sesungguhnya tidak boleh dipisahkan satu dengan lainnya.

Pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum yang sempit menghasilkan pendidikan yang pincang. out put pendidikan hanya mencerminkan keberhasilan yang bertumpu pada “kecerdasan intelektual” semata. Akibatnya wajah pendidikan kita tidak menunjukkan suatu kondisi yang equilibrium antara ranah kognisi, afeksi dan psikomotorik pada diri peserta didik. Jika anda mencoba menganalisis situasi pendidikan kita sekarang…boleh jadi anda sependapat dengan saya. Karena itu, yang dibutuhkan dari guru adalah dedikasi dan tanggung jawab “moral” nya terhadap implementasi kurikulum yang equilibrium.

Kurikulum dan Masa Depan Pendidikan

Salah satu tumpuan pendidikan yang selama ini sering mendapat sorotan adalah kurikulum. Betapa tidak, kurikulum sering menjadi kambing hitam kemunduran pendidikan suatu bangsa. Jika pendidikan merosot, banyak pihak dengan serta merta menuding bahwa “kurikulum” yang berlaku tidak sesuai dengan perkembangan, kurikulumnya tidak baik, harus diganti, harus dibenahi, dan sebagainya.
Jika kita mencoba mencermati kurikulum yang diberlakukan selama ini, dari sejak tahun 1970-an hingga sekarang, maka pada intinya semangat kurikulum adalah sama, yaitu bagaimana agar kurikulum yang ada mampu menjabarkan semua tujuan pendidikan dalam suatu muatan kurikulum yang selanjutnya di implementasi di dalam proses pembelajaran di kelas. Ujung tombak Implementasi kurikulum ada pada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guru. Oleh karena itu, guru adalah pelaksana terdepan dari kurikulum.
Fungsi dan peran guru dalam implementasi kurikulum menjadi landasan bagi tercapainya tujuan pendidikan melalui kurikulum, sedangkan tercapainya tujuan pendidikan menjadi jaminan bagi masa depan pendidikan dan jalan bagi terwujudnya cita-cita bangsa.

It’s Called Google

Bisa dibayangkan bagaimana dunia tanpa internet. Dunia global memang identik dengan internet. Internet telah memudahkan manusia di dalam mencari dan menemukan data atau informasi. Sebagai pengguna internet, tentu kita sangat akrab dengan istilah-istilah seperti Google, Yahoo, chatting, atau istilah-istilah lainnya. Lalu bagaimana semua itu terjadi? Logika yang mendasarinya sesungguhnya tidak rumit. Ada yang menulis dengan sukarela – “memasukkannya” di internet – ada orang mencari informasi – lalu menemukan informasi yang sesuai. Namun demikian, proses itu takkan terjadi tanpa keterlibatan banyak pihak. Salah satu yang sangat berperan dalam kaitan ini adalah mesin pencari yang bernama Google. Keberadaan mesin pencari “Google” dewasa ini telah menggeser beberapa mesin pencari yang sebelumnya sudah ada. Salah satu sebabnya -menurut saya- karena tampilannya yang simpel dan relatif cepat.
Dengan meningkatnya pengguna google di seluruh dunia, termasuk Indonesia, maka pihak google pun nampaknya menyadari berbagai kebutuhan pengguna dan memanjakannya dengan berbagai kemudahan. Misalnya Google Custom Search Engine, Google Earth, Google chrome, Google Translate, dan lain sebagainya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan Google menjadikan setiap pengguna internet merasa puas dengan berbagai layanan yang sangat prima tersebut.
Bagi para blogger, Google adalah kawan sejati sehidup semati. Tul Gak??????? ok..selamat ber Google-ria

Berpikir Logis Metodologis

Syahdan, di suatu hari seseorang nampak dengan bergegas memasuki pintu kantor sebuah perusahaan yang sangat mewah. Dari penampilannya dapat ditebak bahwa dia kemungkinan bermaksud melamar pekerjaan. Sebut saja orang ini si pemikir.
Memasuki pintu gedung yang mewah tersebut, dia dihadang oleh seorang satpam perusahaan yang berpakaian lengkap dan sangat tegas.
Satpam : “Siang pak, mau bertemu dengan siapa?
Si pemikir : “Oh iya, saya ingin bertemu paka direktur, apa beliau ada di tempat?”
Satpam : “Wah, maaf pak…bapak ada keperluan apa? atau apa sebelumnya sudah ada janji dengan pak direktur?”
Si Pemikir : “Sebetulnya saya tidak ada janji dengan beliau, tapi saya ingin bertemu”
Satpam : “Oh kalau begitu, saya harus menginterogasi bapak dulu”. “mmmmm..nama bapak siapa? dan pekerjaannya???
Si Pemikir : “Ngak apa-apa, nama saya si Pemikir, dan pekerjaan saya adalah berpikir logis metodologis.

Dengan dahi agak berkerut, Satpam nampak bingung.

Satpam : “Pekerjaan bapak???? berpikir logis metodologis? Wah..pekerjaan seperti itu barusan saya dengar pak”
Si Pemikir :”Ya terserah..tapi itulah pekerjaan saya. ehhh sekarang boleh saya bertemu pak direktur?
Satpam : “Tunggu dulu pak!!. Saya masih bingung…pekerjaan anda berpikir logis metodologis… itu kerjanya seperti apa ya???
Si pemikir dengan tenang mencoba bersabar menjelaskan pekerjaannya.
Si pemikir : “Kalau kamu mau tahu pekerjaan saya, saya mau bertanya pada kamu,….apa kamu punya aquarium di rumah???.
Satpam (dengan mantap): “Oh iya..saya punya aquarium”
Si pemikir : “Kalau anda punya aquarium, kemungkinan besar aquarium anda diisi dengan air”.
Satpam : “Iya, betul,,,,betul (sambil dahinya masih berkerut”
Si pemikir : Kalau aquarium anda diisi dengan air, kemungkinan besar aquarium anda diisi pula dengan ikan hias” betul??
Satpam : Iya betul.
Si pemikir : “Kalau demikian halnya berarti anda pasti pencinta ikan hias”
Satpam : “Oh iya, saya sangat senang dengan ikan-ikan hias”
Sipemikir: “Kalau anda mencintai ikan-ikan, besar kemungkinan anda pun mencintai seorang perempuan, karena jangankan perempuan, ikan pun sangat anda cintai”
Satpam (dengan agak tersipu menjawab) : “Hmmm iya dong, saya mencintai seorang wanita yang sekarang telah menjadi istri saya”.
Si pemikir: ” Kalau anda mencintai istri anda, berarti anda selalu tidur bersamanya”.
Satpam : “Ya iyalah, tiap hari kami selalu bersama”
Si pemikir : “mmmmmm….Jika anda setiap saat bersama istri anda, berarti kemungkinan besar anda punya anak”.
Satpam: “hehehe..iya nih, saya baru punya anak 5″ (jawabnya sambuil senyum-senyum)
Si pemikir : “Nah, karena anda punya anak, berarti anda tentu TIDAK IMPOTEN”
Satpam (Dengan senyum mengembang) : Heheheheh… saya sekarang mengerti pekerjaan bapak, dan tanpa tanya lagi, mempersilahkan si pemikir memasuki ruang pak direktur.

Kebetulan di belakang si pemikir tadi, ternyata telah menunggu dengan sangat gelisah seorang tamu lain yang akan bertemu pak direktur. Penampilannya sangat parlente dan berwibawa. Dengan bergegas, dia menemui sanga Satpam.

Tamu: “Wahhh lama banget sih, memangnya siapa sih yang tadi?? kok kamu keliatan serius menginterogasinya”.
Satpam : “ooooo tamu yang tadi??? mmmm dia itu mau bertemu pak direktur” tapi sesuai dengan prosedur standar, saya harus bertanya dulu tentang pekerjaan setiap orang yang akan bertemu pak direktur”.
Tamu: “Memangnya dia itu pekerjaannya apa sih??”
Satpam: “Wah…pekerjaanya seumur-umur barusan aku dengar”, dia itu pekerjaannya berpikir logis metodologi”
Tamu (Dengan wajah yang ikut berkerut): “Berpikir logis metodologis????, aku juga baru dengar pekerjaan seperti itu.
Satpam : ” Nah, itu dia. makanya tadi aku mengintegorasinya agak lama”.
Tamu: “Memangnya pekerjaan itu seperti apa sih?”
Satpam: “Bapak mau tahu?”,
Tamu : “Iya, memang apa sih?
Satpam (Dengan bersemangat) : “Nah, saya mau tanya ke bapak, apa bapak punya aquarium di rumah???”
Tamu: Dengan sangat bingung si tamu menggelengkan kepala. “Ah ..tidak…saya tidak punya aquarium, saya tidak hobby memelihara ikan”.
Satpam (Dengan senyum yang lebar): “Nah, kalau begitu…bapak pasti IMPOTEN.
Tamu : ????#@#&^##???!!!^&%$##@KU((*&???



Related Posts with Thumbnails

Related Posts with Thumbnails

Klik Untuk Langganan Artikel, Gratis !!!

Munir Yusuf

Tags

Follow Munir_Yusuf on Twitter
zwani.com myspace graphic comments
Mau Duit Receh??? gabung di sini aja!!!
Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

make money with your web site