Syahdan, di suatu hari seseorang nampak dengan bergegas memasuki pintu kantor sebuah perusahaan yang sangat mewah. Dari penampilannya dapat ditebak bahwa dia kemungkinan bermaksud melamar pekerjaan. Sebut saja orang ini si pemikir.
Memasuki pintu gedung yang mewah tersebut, dia dihadang oleh seorang satpam perusahaan yang berpakaian lengkap dan sangat tegas.
Satpam : “Siang pak, mau bertemu dengan siapa?
Si pemikir : “Oh iya, saya ingin bertemu paka direktur, apa beliau ada di tempat?”
Satpam : “Wah, maaf pak…bapak ada keperluan apa? atau apa sebelumnya sudah ada janji dengan pak direktur?”
Si Pemikir : “Sebetulnya saya tidak ada janji dengan beliau, tapi saya ingin bertemu”
Satpam : “Oh kalau begitu, saya harus menginterogasi bapak dulu”. “mmmmm..nama bapak siapa? dan pekerjaannya???
Si Pemikir : “Ngak apa-apa, nama saya si Pemikir, dan pekerjaan saya adalah berpikir logis metodologis.
Dengan dahi agak berkerut, Satpam nampak bingung.
Satpam : “Pekerjaan bapak???? berpikir logis metodologis? Wah..pekerjaan seperti itu barusan saya dengar pak”
Si Pemikir :”Ya terserah..tapi itulah pekerjaan saya. ehhh sekarang boleh saya bertemu pak direktur?
Satpam : “Tunggu dulu pak!!. Saya masih bingung…pekerjaan anda berpikir logis metodologis… itu kerjanya seperti apa ya???
Si pemikir dengan tenang mencoba bersabar menjelaskan pekerjaannya.
Si pemikir : “Kalau kamu mau tahu pekerjaan saya, saya mau bertanya pada kamu,….apa kamu punya aquarium di rumah???.
Satpam (dengan mantap): “Oh iya..saya punya aquarium”
Si pemikir : “Kalau anda punya aquarium, kemungkinan besar aquarium anda diisi dengan air”.
Satpam : “Iya, betul,,,,betul (sambil dahinya masih berkerut”
Si pemikir : Kalau aquarium anda diisi dengan air, kemungkinan besar aquarium anda diisi pula dengan ikan hias” betul??
Satpam : Iya betul.
Si pemikir : “Kalau demikian halnya berarti anda pasti pencinta ikan hias”
Satpam : “Oh iya, saya sangat senang dengan ikan-ikan hias”
Sipemikir: “Kalau anda mencintai ikan-ikan, besar kemungkinan anda pun mencintai seorang perempuan, karena jangankan perempuan, ikan pun sangat anda cintai”
Satpam (dengan agak tersipu menjawab) : “Hmmm iya dong, saya mencintai seorang wanita yang sekarang telah menjadi istri saya”.
Si pemikir: ” Kalau anda mencintai istri anda, berarti anda selalu tidur bersamanya”.
Satpam : “Ya iyalah, tiap hari kami selalu bersama”
Si pemikir : “mmmmmm….Jika anda setiap saat bersama istri anda, berarti kemungkinan besar anda punya anak”.
Satpam: “hehehe..iya nih, saya baru punya anak 5″ (jawabnya sambuil senyum-senyum)
Si pemikir : “Nah, karena anda punya anak, berarti anda tentu TIDAK IMPOTEN”
Satpam (Dengan senyum mengembang) : Heheheheh… saya sekarang mengerti pekerjaan bapak, dan tanpa tanya lagi, mempersilahkan si pemikir memasuki ruang pak direktur.
Kebetulan di belakang si pemikir tadi, ternyata telah menunggu dengan sangat gelisah seorang tamu lain yang akan bertemu pak direktur. Penampilannya sangat parlente dan berwibawa. Dengan bergegas, dia menemui sanga Satpam.
Tamu: “Wahhh lama banget sih, memangnya siapa sih yang tadi?? kok kamu keliatan serius menginterogasinya”.
Satpam : “ooooo tamu yang tadi??? mmmm dia itu mau bertemu pak direktur” tapi sesuai dengan prosedur standar, saya harus bertanya dulu tentang pekerjaan setiap orang yang akan bertemu pak direktur”.
Tamu: “Memangnya dia itu pekerjaannya apa sih??”
Satpam: “Wah…pekerjaanya seumur-umur barusan aku dengar”, dia itu pekerjaannya berpikir logis metodologi”
Tamu (Dengan wajah yang ikut berkerut): “Berpikir logis metodologis????, aku juga baru dengar pekerjaan seperti itu.
Satpam : ” Nah, itu dia. makanya tadi aku mengintegorasinya agak lama”.
Tamu: “Memangnya pekerjaan itu seperti apa sih?”
Satpam: “Bapak mau tahu?”,
Tamu : “Iya, memang apa sih?
Satpam (Dengan bersemangat) : “Nah, saya mau tanya ke bapak, apa bapak punya aquarium di rumah???”
Tamu: Dengan sangat bingung si tamu menggelengkan kepala. “Ah ..tidak…saya tidak punya aquarium, saya tidak hobby memelihara ikan”.
Satpam (Dengan senyum yang lebar): “Nah, kalau begitu…bapak pasti IMPOTEN.
Tamu : ????#@#&^##???!!!^&%$##@KU((*&???






hahaha lucu sekali pak….
satpamnya… bisa dibilang terlalu cepat menyimpulkan… dan belum tahu apa sebenarnya yang ia bicarakan…
tulisan ini sebenarnya walaupun terlihat konyol tetapi menampar banyak orang… saat ini ^_^ v
HA HA HA HA HAAAAAAAAAAAAAAAAAA, lucu juga.
ah..gak ngerti apa maksudnya !