Pada kegiatannya di Jakarta Convention Center, Wakil Presiden Boediono mengaku selalu merasa senang manakala bertemu dengan mahasiswa atau kalangan perguruan tinggi. Pengakuan itu, dilontarkan saat wakil presiden menyerahkan penghargaan berupa uang tunai dan piala dari Bank Mandiri kepada pemenang kompetisi wirausaha mandiri.
Selain menyerahkan penghargaan tersebut, Wapres juga membuka ekspo wirausaha mandiri dan menyerahkan modul kurikulum kewirausahaan kepada enam rektor perguruan tinggi. Ekspo tersebut memamerkan bisnis para wirausahawan muda dari seluruh Indonesia.
Selama ini, Boediono dikenal sebagai menteri dan gubernur Bank Indonesia, yang terakhir menjadi Wapres. Sebelumnya Boediono adalah seorang dosen yang mengajar pada beberapa Perguruan Tinggi dan dikenal sebagai ahli ekonomi.
Di kesempatan tersebut, Boediono mengatakan bahwa Estafet itu sudah di ambang pintu. Adik-adik pelanjut estafet ini. Kami akan lengser. Boediono juga mengaku bahwa tugasnya sebagai wapres sering mempertemukannya dengan beragan problema. Boediono pun bercerita tentang pengalamannya. “Saya kalau di kantor (menghadapi) berkas bertumpuk-tumpuk, semuanya problem dan problem, kadang-kadang saya bertanya apa kita ini bisa maju,” kata Boediono.(Kompas, Kamis, 22-1-2010)
Ia melanjutkan, “Akan tetapi, begitu saya ke kampus, melihat mahasiswa yang energik, kritis, saya kembali yakin bahwa bangsa ini akan maju.”
Oleh karena itu, Boediono menekankan bahwa di tangan para mahasiswa dan wirausaha itulah tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini akan diserahkan. “Estafet itu sudah di ambang pintu. Adik-adik pelanjut estafet ini. Kami akan lengser,” ujar Boediono.
“Jika ketemu mahasiswa, hati saya berbunga-bunga. Saya seperti kembali ke habitat,” kata Boediono, Jumat (22/1/2010) di hadapan sekitar 4.000 mahasiswa dari beragam perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jabotabek.





