Implementasi kurikulum mengacu kepada adanya aksi atau tindakan dari para guru untuk melaksanakan kurikulum sebagai mana yang telah ada. Namun demikian, betapapun indah dan bagusnya rumusan tujuan atau cita-cita pendidikan/pengajaran yang sudah tertuang dalam kurikulum formal tetapi hal itu belum memberi jaminan bahwa apa yang termuat di dalam kurikulum dapat teraktualisasikan di dalam proses belajar mengajar. Karena, aktualisasi dan penjabaran kurikulum di dalam proses belajar mengajar sangat ditentukan serta tergantung kepada seberapa besar peranan yang dimainkan oleh para guru (Danim, 2002)
Oleh karena itu, guru memegang peranan penting dalam implementasi kurikulum. Syaodih (dalam Nurdin dan Usman, 2002:68) bahwa:
Kurikulum nyata atau aktual kurikulum merupakan implementasi dari official kurikulum oleh guru di dalam kelas. Betapapaun bagusnya sebuah kurikulum, tetapi hasilnya sangat tergantung kepada apa yang dilakukan oleh guru dan juga peserta didik di dalam kelas.
Masalah yang sering menjadi perdebatan seputar kurikulum adalah persdoalan implementasi kurikulum yang “kadang-kadang” belum diketahui hasilnya namun telah diganti pula dengan kurikulum yang baru. Secara teknis dapat dikemukakan beberapa persoalan.
1. Kesiapan dan kemampuan guru memahami kehendak kurikulum baru;
2. Kesiapan perangkat/media dalam mendukung pelaksanaan kurikulum baru;
3. Sosialisasi kurikulum kepada masyarakat.
Berkenaan dengan persoalan yang dikemukakan di atas, maka semuanya akan sangat terpulang kepada fungsi dan peranan guru dan staf di sekolah, dalam upaya mengembangan dan mengimplementasikan kurikulum sehingga benar-benar dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Untuk itu, sosialisasi terhadap kurikulum amat penting dilakukan dengan segera, untuk menghindari keterlambatan pamahaman yang berakibat pada keterlambatan penerapannya.





