Sosiologi sesungguhnya bukanlah praktik, tetapi suatu upaya untuk memahami realitas dan masalah sosial. Masalah-masalah yang menarik perhatian ahli sosiologi tidak perlu sama dengan apa yang oleh orang lain disebut “masalah sosial”. Berbeda dengan pengertian “masalah sosial” yang lebih banyak dipahami orang awam atau kaum birokrat sebagai sesuatu yang tidak beres dalam masyarakat, ahli sosiologi mengartikan masalah sosial sebagai masalah sosiologis yang terjadi dalam hubungannya dengan interaksi dan tindakan sosial warga masyarakat.
Dengan demikian, masalah sosiologis bukanlah semata-mata mengapa sesuatu hal tidak beres dari kacamata orang awam atau kaum birokrat, akan tetapi pada persoalan bagaimana seluruh sistem bekerja, apa yang menjadi presuposisinya dan bagaimana semuanya diikat menjadi satu (Berger, 1985:55).
Hal-hal yang semula “telah demikian adanya” atau “hal-hal yang tidak dipersoalkan lagi” oleh orang awam karena sudah dianggap jelas, di mata para ahli sosiologi bisa menjadi topik kajian yang menarik. Interaksi sosial yang berlangsaung rutin dan tindakan sosial yang dilakukan orang-orang, bagi ahli sosiologi adalah suatu proses untuk membentuk kenyataan sosial yang perlu dipertanyakan dan dibongkar untuk kemudian merangkainya kembali dalam suatu bentuk analitis tertentu yang dapat diteliti, dan dikomunikasikan kepada orang lain, serta bisa diuji kembali kebenarannya.
Interaksi dan Tindakan Sosial
Interaksi dan Tindakan Sosial
You can follow all the replies to this entry through the comments feed.






Hmm, jadi sosiologi itu menganalisis kejadian yang seringkali dianggap ‘biasa’ oleh orang awam yah? Jadi makin tertarik nih. Kebetulan saya baru saja diterima di Sosiologi UI. Pengen cepet-cepet belajar jadinya…
Untuk Bung Alfi….
Fenomena sosial memang kadang tidak banyak dipeduli orang. yang biasa sering luput dari perhatian. Selamat buat bung Alfi dah lulus di UI.