Konflik adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Konflik melekat erat dalam jalinan kehidupan. Umat manusia selalu berjuang dengan konflik. Perang yang telah terjadi berabad-abad yang lampau menyisakan pengaruh. Dan dalam dunia yang hiruk pikuk, sulit dibayangkan suatu hari tanpa konflik dan stress.
Oleh karena itu hingga sekarang kita dituntut untuk memperhatikan konflik. Kita memerlukan jalan untuk meredam ketakutan terhadap konflik. Bisnis, keluarga dan kontak sosial kita dapat diperluas bila konflik itu dapat dipahami. Hanya saja, banyak orang yang memandang konflik dalam perspektif yang negatif, sehingga tidak mampu memandang konflik dalam konteks yang bermanfaat. Setdiaknya ada lima mitos yang menjadi penghambat manajemen konflik yang positip:
1. Adanya konflik merupakan pertanda kelemahan manajer;
2. Konflik merupakan pertanda rendahnya perhatian pada organisasi;
3. Kemarahan adalah negatif dan merusak;
4. Konflik jika dibiarkan akan reda dengan sendirinya;
5. Konflik harus dipecahkan.
Karena itu, tidak jarang kita menemukan orang-orang yang kompeten menjadi tidak efektif ketika menghadapi konflik, karena terperangkap oleh kekuatan mitos konflik tersebut.





