Sejak zaman dahulu kala….(Hehehehehe.. kayak dongeng aja) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak pernah sepi penggemar. Dalam berbagai bidang, aparat pemerintah yang bernama Pegawai Negeri Sipil alias PNS selalu kebanjiran pendaftar. Hal ini tidak lain, karena menjadi PNS, selain kerjanya tidak berat (heheheh… karena kenyataannya banyak PNS nganggur di kantornya) juga karena status sosialnya sedikit lebih baik dari yang lainnya (Kalau anda PNS coba rasakan sendiri ). Gajinya pun macam-macam; ada tunjangan pokok, tunjangan keluarga, gaji ke-13, tunjangan jabatan, tunjangan fungsional, tunjangan umum, dan banyak lagi tunjangan-tunjangan lainnya. Selain itu, PNS hampir secara rutin mendapat kenaikan gaji setiap tahunnya.
Sebetulnya ada banyak macam PNS; ada pegawai/staf kantor pemerintahan, guru, hakim, jaksa, dan sebagainya. Tapi dari sekian banyak PNS, akhir-akhir ini, guru layak mendapat perhatian kita.Nah, pernah tidak kamu berpikir atau mungkin bercita-cita menjadi guru? jika tidak , sebaiknya kamu berfikir ulang mulai sekarang. Menjadi guru atau dosen, baik itu guru negeri atau guru luar negeri (alias swasta, hehehehehe…), sekarang menjadi incaran banyak orang. Tiba-tiba profesi guru menjadi idola banyak orang. Ada apa dengan guru???
Guru sejatinya adalah profesi yang biasa saja, cuma saja akhir-akhir ini jadi tidak seperti biasa (bukan luar biasa) karena heboh kenaikan gaji guru, gara-gara tunjangan yang diberikan pada mereka (setelah menunggu sekian lama). Coba bayangkan, sekarang guru diikutkan untuk mengikuti program sertifikasi. Bagi yang setelah lulus akan memperoleh sertifikat profesi. Dengan seritifikat profesi itu, mereka menyandang gelar sebagai guru profesioanl. Nah…sebagai guru profesional, adalah hak mereka untuk diberikan tunjangan profesi yang besarnya sama dengan 1 kali gaji pokok.1 kali gaji pokok???? hitung-hitungnya gini…kalau anda CPNS atau PNS golongan III/a dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, maka anda akan memperoleh gaji pokok kurang lebih 979.000. Yang ikut sertifikasi biasanya adalah PNS yang masa kerjanya di atas 5 tahun, yang gaji pokoknya kurang lebih 1.600.000,-. Nah kalau ikut sertifikasi berarti dia akan memperoleh gaji pokok + tunjangan keluarga + tunjangan fungsional + tunjangan profesi, yang kalau dijumlahkan mencapai kurang lebih Rp. 3.800.000.
Kebijakan pemerintah untuk memberikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok disambut suka cita para guru dan dosen. Betapa tidak, setelah sekian lama menunggu, harapan untuk memperbaiki nasib kehidupan para guru dan dosen menjadi kenyataan. (Walau kenyataannya, pembayaran tunjangan sering masih terlambat). Namun demikian, pembayaran tunjangan sertifikasi guru patut diapresiasi.







Pak munir Yusuf, anda tdk paham persoalan tentang guru. Guru ad profesi yg sangat penting dan istimewa, anda terlalu meremehkan guru dgn menganggap sebagai profesi yg biasa saja. Anda pintar krn guru. Jd jika pemerintah memberikan perhatian besar kepd guru sekarang ini bukanlah sesuatu yg wah akan tetapi memang sudah seharusnya, akan tetapi pemerintah terlambat berfikir dan bertindak utk mensejahterakan guru.
Terima kasih bung almus junaidi sudah kasih saran dan komentar. Saya setuju guru adalah profesi penting dan istimewa. tapi dalam kasus guru di Indonesia sulit rasanya cari guru yang “pendidik”. yang banyak adalah guru yang “mengajar”. Guru kita bangga kalau IP para siswanya tinggi-tinggi. atau bangga kalau tingkat kelulusan siswa di sekolahnya 100 %. Tapi..sungguh sedih..di banyak sekolah (yang notabene hampir semua yang bertugas di sana adalah guru)….kita temukan murid yang kurang ajar pada gurunya (ini hanya salah satu contoh). Mengapa??????karena banyak guru tidak lagi menjadi pendidik yang benar. mereka hanya mengajar. saya mengerti ….para guru hidupnya masih miskin……….tapi dari dulu para guru memang miskin. mungkin kita bisa membuat perbandingan… Lalu apa yang salah dengan guru sekarang??? nah kalau sudah demikian??? apa istimewanya?????
Salam hangat dari saya. Munir Yusuf.
saya rasa kalau guru itu adalah pengajar, tapi juga pendidik, guru saya pun demikian, tidak hanya mengajar, apabila ada kesalahan, hukuman bisa menjadi pelajaran berharga sehingga kita tidak ingin mengulang kesalahan tersebut, dan seorang guru, akan merasa senang jika murid yang dulu dia ajar, menjadi sukses.
Tapi kalau anda berpendapat demikian, maka saya yakin, anda sendiri adalah orang yang kurang memperhatikan didikan guru anda.
hormatilah guru anda, karena tanpa guru yang dulu mendidik anda, maka anda sekarang tidak akan mengenal huruf, apalagi sampai harus menulis kata – kata yang seperti diatas.
coba renungkan kata-kata ini,
“”Ideal teachers are those who use themselves as bridges over which they invite their students to cross, then having facilitated their crossing, joyfully collapse, encouraging them to create bridges of their own.” — Nikos Kazantzakis”
silahkan di artikan sendiri, karena anda pasti bisa, itu juga akibat didikan guru anda dulu.
Terima kasih untuk bung abba expresso. Tidak ada yang mengatakan guru itu tidak berjasa. Sungguh sangat berjasa. Yang dikritik adalah guru yang tidak lagi memahami fungsinya sebagai pendidik. dan ironisnya….di negara ini jumlahnya sangat banyak……bahkan banyak sekali….
di masa lalu…..guru memang begitu digugu dan ditiru…..tapi sekarang????? berapa persen guru yang benar-benar mendidik peserta didiknya???? Guru yang mengajar murid…itu sangat banyak….bahkan semua guru mengajar murid-muridnya…..dan jasanya itu tentu luar biasa……tapi sekali lagi renungkan…..apa yang telah mulai sirna dari para guru ???? jawabannya……lihat hasilnya dari generasi yang ada sekarang…..kalau anda menuduh saya kurang paham…..lalu siapa yang salah????
salam…
aduuh pembayaran sertifikasi dosen yang lulus tahun 2009 kok masih tersendat-sendat ,mungkin dosen /guru sekarang juga tersendat-sendat keberadaannya… apa solusinya …?
menurutku guru /Dosen harus kembali kepada khittahnya…. menjadi tauladan, dan berguna untuk semua orang……tq
GURU ?DOSEN dahulu takut jika melanggar ketentuan,korupsi,memakan hak orang lain…apa lagi para pelaku-pelaku di kementerian agama pemali kalau mencoba korup ,,,mencoba saja pemali apa lagai menjadi koruptornya…….hemmmmm susah hidup ini jika terus menggunjing,iri,dengki,fitnah,dusta ,munafik, Tapi alangkah indahnya hidup ini jika kita rendah hati,pemaaf,bersyukur,pemberi,mudah senyum ikhlas………betulkan.?
Setahu saya pembayaran tunjangan sertifikasi dosen untuk kementerian agama berjalan dengan lancar. Kalau di Diknas saya tidak tahu.
Yang menjadi persoalan bangsa ini adalah persoalan moral. kalau moral sudah rusak, maka segalanya menjadi rusak. karenanya… memperbaikin moral bangsa harus dimulai dari diri kita sendiri. mari pak… kita bersama-sama menjaga diri kita sendiri untuk istiqamah di dalam kebajikan..
Terima kasih…
lam kenal pak munir…trims tulisan2 anda bnyk membantu saya dlm berbagai hal. sebatas ikut2an mengomentari tunjangan sertifikasi sejatinya dgn tunjangan sertifikasi guru bs lebih sejahtera tp kenyataan guru hanya dijadikan sbg sapi perahan oleh berbagai pihak utk kepentingan golongan tertentu dgn iming2 tmbahan 1x gj pokok /bln yg pencairannya tdk pernah bs dipastikan blm lg berbagai pungli yg mengiringi pencairannya…jd sama sekali tdk membantu, yg ada kebanyakan nasib guru ttp seperti dulu gali lobang tutup lobang, kalo sj pemerintah bs lbh bijak mengkaji ulang proses pencairan mgkin gru dgn beban kerja yg notabene lbh banyk dibanding PNS lain bs lbh konsen dan profesional dlm mengajar dan mendidik peserta didiknya..terlepas dari itu jgn pernah mengkambinghitamkan guru atas kerusakan moral generasi sekarang INGAT kita yg diberi AMANAH oleh ALLAH anak adl tnggn jwab kita semua bukan CUMA GURU….
Mbak Amel yang baik….. Mmemang yang banyak dikeluhkan adalah tunjangan sertifikasi guru yang -banyak dikeluhkan- tidak lancar. Pemerintah memang seharusnya mampu mewujudkan janjinya mensejahterahkan para guru dan pendidik melalui tunjangan sertifikasi pendidik yang dijanjikan. Mungkin kita harus lebih sabar dan lebih ikhlas lagi ya bu Amel. Melaksanakan tugas dengan ikhlas sambiul menunggu pemerintah mewujudkan janji-janjinya dengan baik. Oke bu Amel.. terima kasih atas komentarnya. Salam kenal dan persahabatan juga…