Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (dalam Nurdin dan Usman, 2004). Adapun Schubert (dalam Nurdin dan Usman, 2002:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah sistem rekayasa.”
Pengertian-pengertian di atas memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Oleh karena itu, implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh obyek berikutnya yaitu kurikulum.
Dalam kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan merupakan proses untuk melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan perubahan.
Dalam konteks implementasi kurikulum pendekatan-pendekatan yang telah dikemukakan di atas memberikan tekanan pada proses. Esensinya implementasi adalah suatu proses, suatu aktivitas yang digunakan untuk mentransfer ide/gagasan, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum desain (tertulis) agar dilaksanakan sesuai dengan desain tersebut. Masing-masing pendekatan itu mencerminkan tingkat pelaksanaan yang berbeda.
Dalam kaitannya dengan pendekatan yang dimaksud, Nurdin dan Usman (2004) menjelaskan bahwa pendekatan pertama, menggambarkan implementasi itu dilakukan sebelum penyebaran (desiminasi) kurikulum desain. Kata proses dalam pendekatan ini adalah aktivitas yang berkaitan dengan penjelasan tujuan program, mendeskripsikan sumber-sumber baru dan mendemosntrasikan metode pengajaran yang diugunakan.
Pendekatan kedua, menurut Nurdin dan Usman (2002) menekankan pada fase penyempurnaan. Kata proses dalam pendekatan ini lebih menekankan pada interaksi antara pengembang dan guru (praktisi pendidikan). Pengembang melakukan pemeriksaan pada program baru yang direncanakan, sumber-sumber baru, dan memasukan isi/materi baru ke program yang sudah ada berdasarkan hasil uji coba di lapangan dan pengalaman-pengalaman guru. Interaksi antara pengembang dan guru terjadi dalam rangka penyempurnaan program, pengembang mengadakan lokakarya atau diskusi-diskusi dengan guru-guru untuk memperoleh masukan. Implementasi dianggap selesai manakala proses penyempurnaan program baru dipandang sudah lengkap.
Sedangkan pendekatan ketiga, Nurdin dan Usman (2002) memandang implementasi sebagai bagian dari program kurikulum. Proses implementasi dilakukan dengan mengikuti perkembangan dan megadopsi program-program yang sudah direncanakan dan sudah diorganisasikan dalam bentuk kurikulum desain (dokumentasi).
In note [Syafruddin Nurdin dan Basyiruddin Usman, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum (Jakarta: Ciputat Pers, 2002).]






terima kasih artikelnya…. sgt berguna bg saya
mau tanya daftar pustaka nya donk nurdin dan usman 2004 nya
dengan judul apa yach?
thx
Syafruddin Nurdin dan Basyiruddin Usman, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum (Jakarta: Ciputat Pers, 2002).
Terima kasih
Rk8dVD I’m not easily impressed. . . but that’s impressing me!
Maz, kalau artikel tentang program pembelajaran kurikulum di SMA ada ga y?
Untuk pembelajaran kurikulum silahkan buka di informasi kurikulum
Malam pak, sy mau tanya :
1. implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002).
2. implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”.
3. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (dalam Nurdin dan Usman, 2004). Adapun Schubert (dalam Nurdin dan Usman, 2002:70)
Untuk Point 1 – 3 bisa tolong di bantu Judul Buku dan daftar pustakanya, karena saya cari di perpus kampus sy, semua gramedia dan perpusnas tdk ada buku ini, mohon di bantuya pak, saya lagi buat revisi skripsi saya..Terima kasih..
Siang pak,
Saya bisa dapat kabarnya kapan ya ??
kira-kira hari ini bisa ga ya pak ??
tolong infonya ya pak.
Terima kasih pak.
Kalau menurut pendapat aku sih, implementasi itu diartikan pelaksanaan sekaligus penerapan. Kalau dalam bahasa inggris implementation artinya pelaksanaan (cek di kamus dah…).Jadi pelaksanaan kurikulum. Nah logikanya ..kalo kurikulum tuh dah dilaksanakan, berarti kurikulum tuh juga sekaligus diterapkan di sekolah atau di kelas… hehehe itu pendapat aku ….. met belajar deh… kita semua masih belajar nih heheheh
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang
kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kompetensi perlu dicapai secara tuntas (belajar tuntas).
Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan
berbagai potensi baik psikis dan fisik. Jadi implementasi kurikulum diarahkan untuk mencapai ketuntasan belajar. Nah implementasi kurikulum berarti melaksanakan kurikulum untuk tercapainya tujuan-tujuan pembelajaran.
Met belajar deh…cari referensi yang lebih lengkap:
Untuk Norce: Silahkan cek di
Majone and Wildavsky: European journal of education, Volume 21, Institute of Education (European Cultural Foundation), Carfax Pub. Co., 1986,University of California.
Nigel Bennett, Megan Crawford and Colin Riches,
“Managing change in education: individual and organizational perspectives”
SAGE, 1992, p. 130
semoga bermanfaat
saya cari di google book untuk referensi buku mengenai pengertian implementasi dari bapak, tapi belum ada resensi nya.. padahal sandra lagi butuh buat referensi untuk skripsi sandra pa..
tolong dibantu ya Pa..
Untuk sandra, silahkan anda cari di toko buku, penulisnya adalah Syafruddin Nurdin dan Basyiruddin Usman, judulnya : Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, penerbit Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
terima kasih… tetap semangat..
terima kasih pa..
insy4w1 saya akan cari buku’x..
kalau bapa punya referensi lain mengenai algoritma huffman, tolong di share ya pa..
terima kasih sebelum’x ..
I think making sure that the curriculum is well defined and created will ensure long-term benefits for the students. It’s not just you won’t miss teaching them all the things that they need to learn but you’ll also be able to allow them to learn quickly.
Will recently posted..Ben Cummings Review | Is Ben Cummings & Practice Building Center for Real? updated Fri …